(REJUNO.DESA.ID) – Pada (09/08) bertempat di Balai Desa Rejuno diadakan Sosialisasi dan praktik mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair diadakan oleh Kelompok KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) 237 di Desa Rejuno, bekerja sama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Karangjati. Kegiatan tersebut melibatkan anggota dari tujuh kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Sapta Manunggal. Dukungan dari BPP Karangjati juga menjadi faktor penting yang menyukseskan kegiatan ini.
Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga agar dapat dimanfaatkan dengan baik dan ramah lingkungan. Selama ini, banyak limbah rumah tangga, terutama air cucian beras, terbuang sia-sia tanpa dimanfaatkan. Padahal, limbah tersebut dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat untuk menyuburkan tanah dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh pihak BPP Karangjati mengenai manfaat pupuk cair organik, cara kerja, serta dampaknya terhadap kualitas pertanian. Setelah itu, peserta diajak untuk mengikuti pembekuan langsung pembuatan pupuk organik cair menggunakan limbah rumah tangga, yang dipandu oleh tim penyuluh dan mahasiswa KKN.
Peserta terlihat aktif berdiskusi dan mencatat langkah-langkah pembuatan pupuk, mulai dari persiapan bahan, proses fermentasi, hingga penyimpanan. Antusiasme ini mencerminkan tingginya minat petani untuk mengadopsi metode yang ramah lingkungan. Kegiatan ini berjalan dengan baik berkat antusiasme dan keaktifan anggota Gapoktan Sapta Manunggal yang terdiri dari tujuh kelompok tani.
Melalui sosialisasi ini, masyarakat semakin menyadari pentingnya memanfaatkan limbah rumah tangga. Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan produk pupuk organik cair yang dapat langsung diaplikasikan pada lahan pertanian warga. Sebagai tindak lanjutnya, anggota Gapoktan berkomitmen untuk mencoba membuat pupuk organik cair secara mandiri di rumah masing-masing.