REJUNO.DESA.ID) – Pada (20/7) bertempat di Aula Balai Desa Rejuno, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi Kelompok KKN Universitas Sebelas Maret Surakarta 237 Desa Rejuno menggelar kegiatan kreatif bertajuk “Edukasi & Produksi Limbah Jagung Menjadi Produk Kreatif Bernilai Ekonomis.” kegiatan ini bertujuan untuk mewadahi jiwa kreatif sekaligus menggali potensi Ibu-ibu PKK dan Kader Desa Rejuno dalam bidang seni kreatif sebagai penunjang perekonomian. Sebanyak 40 peserta, yang terdiri dari Ibu-ibu PKK dan Kader desa, hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Kelompok KKN UNS 237, Desa Rejuno memiliki sumber daya alam melimpah dari sektor pertanian, salah satunya yaitu tanaman jagung. Limbah tanaman jagung seperti kulit jagung atau biasa disebut klobot dan puntung jagung atau janggel selama ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh warga. Kondisi ini menjadi latar belakang terselenggaranya kegiatan pemanfaatan limbah jagung menjadi karya yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomis.
Pada kegiatan kali ini Ibu-ibu PKK dan Ibu-ibu Kader diajak untuk memanfaatkan limbah jagung menjadi produk hiasan seperti bunga, kotak tisu, dan hiasan cermin. Proses pembuatan, mulai dari tahap pra-produksi hingga produksi, tergolong praktis dan sederhana, tanpa memerlukan biaya besar. Tahapannya pun mudah diikuti, cukup dengan teknik potong, lipat, ikat, dan tempel. Bahan utama yang digunakan adalah limbah jagung berupa (klobot dan janggel) yang sudah dipotong dan diberi warna sesuai kebutuhan.
Tujuan dari kegiatan kreatif ini tidak semata-mata menghasilkan karya seni dari limbah jagung, tetapi juga memberikan ruang bagi jiwa kreatif yang muncul dari ide dan gagasan yang disalurkan melalui keterampilan tangan para peserta. Kelompok KKN UNS 237 Desa Rejuno memiliki harapan yang besar supaya nantinya ilmu serta pengalaman yang dibagikan pada kegiatan ini dapat terus dikembangkan serta menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Desa Rejuno untuk mengolah potensi lokal menjadi peluang ekonomi.